Nyanyian Rindu Untuk Ibu
tubuhmu yang terbungkuk tersandar lemah di kursi kayu tua
jemari kurus terkulai menggenggam pena
engkau goreskan sajak
sisa rambutmu perak tinggal segenggam
terbaca pahit kerasnya perjalanan
nampaknya ingin kau tumpahkan seluruhnya di dalam puisi
dari alis matamu terbentuk garis guratan kokoh jiwa
angin yang deras menghempas tak kau hiraukan
batinmu kuat bertahan
meskipun raga semakin rapuh tak pernah risau selalu tersimpul senyum
sepantasnyalah kujadikan suri tauladan potret perjuangan
oooh, Ibu…
ada yang ingin aku tanyakan padamu
hasil panenan kemarau ini sesubur panen yang kita petik bersama
oooh, Ibu…
apa kabar sawah kita sepetak, masih bisakah kita tanami
atau terendam ditelan zaman
setelah cucumu lahir aku lebih faham betapa beratnya
membesarkan dan setia melindungi semua anak-anakmu
kita yang selalu hidup sederhana
kau sanggup mengasuh hingga kami dewasa
dengarkanlah nyanyian yang aku peruntukkan buatmu Ibu…
oooh, Ibu…
ada yang ingin aku tanyakan padamu
hasil panenan kemarau ini sesubur panen yang kita petik bersama
oooh, Ibu…
apa kabar sawah kita sepetak, masih bisakah kita tanami
atau terendam ditelan zaman
by : EGA