dan pohon kemuning akan segera kutanam
satu saat kelak dapat jadi peneduh
meskipun hanya jasad bersemayam disini
biarkan aku tafakur bila rindu kepadamu

walau tak terucap, aku sangat kehilangan
sebagian semangatku ada dalam do’amu
warisan yang kau tinggal, petuah sederhana
aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir
namun aku tak kecewa
mendengar engkau berangkat dengan senyum dan ikhlas
aku yakin kau cukup bawa bekal dan aku bangga jadi anakmu

ayah aku berjanji akan aku kirimkan
do’a yang pernah engkau ajarkan kepadaku
setiap sujud sembahyang engkau hadir terbayang
tolong bimbinglah aku meskipun engkau dari sana

sesungguhnyalah aku menangis sangat lama
namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang
sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti
namun aku yakin engkau telah memaafkanku

air hujan mengguyur sekujur bumi
kami yang ditinggalkan tabah dan tawakal

ayah aku mohon maaf atas keluputanku
yang aku sengaja maupun tak ku sengaja
tolong padangi kami dengan sinarnya surga
teriring do’a selamat jalan buatmu ayah tercinta


( Dedicated to Alm. Bp. Sarono bin Prawiridihardjo )